JAKARTA - Pasar kendaraan mungil di Jepang akan kedatangan pendatang baru yang menyasar kebutuhan mobilitas harian.
Model listrik berkonsep kei car ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan ruang ringkas dengan efisiensi energi. Kehadirannya diharapkan memperluas pilihan kendaraan ramah lingkungan di segmen populer.
Mobil listrik kei car terbaru BYD Racco mulai menampakkan wujud kabinnya jelang peluncuran resmi di pasar Jepang. Model ini diproyeksikan masuk penjualan tahun ini dengan banderol sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp 274 jutaan, menyasar segmen kei car yang volumenya besar di Negeri Sakura. Kehadiran produk ini menegaskan arah penguatan portofolio kendaraan listrik kompak.
Secara tampilan, interior Racco mengusung layout khas kei car dengan tuas transmisi yang diletakkan di konsol tengah. Posisi jok depan dibuat berdekatan untuk memaksimalkan ruang kabin. Dari foto uji jalan sebelumnya, mobil listrik mungil ini juga diketahui memiliki sandaran tangan kecil di area tengah.
Tata Letak Kabin dan Ergonomi
Head unit mengandalkan layar sentuh model floating yang dipadukan dengan panel instrumen digital LCD. Kombinasi ini memudahkan pengemudi memantau informasi kendaraan secara ringkas. Antarmuka digital dirancang agar mudah dibaca saat berkendara di perkotaan.
Untuk pengaturan pendingin udara, tersedia tombol fisik yang dibuat terpisah agar mudah dioperasikan. Pendekatan ini memadukan kemudahan akses dengan fungsionalitas. Pengguna dapat mengatur suhu tanpa harus mengalihkan perhatian dari jalan.
Fitur pendukung lain meliputi port 12V, USB, serta Type-C untuk kebutuhan pengisian daya perangkat. Kelengkapan ini menunjang aktivitas harian pengguna. Konektivitas perangkat menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara modern.
Ruang Penyimpanan dan Kenyamanan
Konsol tengah dilengkapi ruang penyimpanan di bagian atas serta glove box di dasbor. Tambahan kompartemen juga tersedia untuk menunjang kepraktisan penggunaan harian. Penataan ruang ini membantu menjaga kabin tetap rapi.
Fitur kenyamanan lain mencakup power window dan pengaturan spion elektrik. Jok depan dilengkapi pemanas untuk menunjang kenyamanan saat cuaca dingin. Pelapis jok menggunakan bahan kulit sintetis berwarna terang.
Di sisi pengemudi juga tersedia tempat penyimpanan kacamata. Fitur kecil ini membantu menjaga barang pribadi tetap aman. Elemen praktis tersebut menambah nilai guna dalam penggunaan sehari-hari.
Akses Baris Kedua dan Dimensi
Bagian kursi baris kedua belum ditampilkan pada foto resmi. Namun saat diperkenalkan di Jepang sebelumnya, terlihat konfigurasi dua kursi dengan sandaran kepala yang bisa diatur. Penataan ini memberi kenyamanan tambahan bagi penumpang belakang.
Akses ke baris belakang didukung pintu geser di kedua sisi. Desain pintu ini memudahkan keluar masuk di ruang parkir sempit. Karakter kei car yang ringkas tetap dipertahankan untuk mobilitas kota.
Secara dimensi, mobil listrik perkotaan ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Proporsi tersebut mendukung kelincahan bermanuver di jalan sempit. Dimensi kompak juga memudahkan parkir di area terbatas.
Performa Motor dan Baterai
Racco memakai satu motor listrik di roda depan dengan tenaga puncak 20 kW atau setara 27 dk. Konfigurasi ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan. Akselerasi difokuskan pada efisiensi dan kemudahan pengendalian.
Sumber energi berasal dari baterai LFP dengan jarak tempuh sekitar 180 kilometer berdasarkan standar WLTC. Kapasitas ini cukup untuk penggunaan komuter harian. Pengguna dapat merencanakan perjalanan pendek tanpa khawatir kehabisan daya.
Pengisian cepat DC diklaim bisa mencapai hingga 100 kW. Fitur ini memungkinkan waktu pengisian yang lebih singkat. Efisiensi pengisian menjadi nilai tambah bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Jadwal Pemasaran di Jepang
Rencananya, model ini mulai dipasarkan di Jepang pada musim panas atau musim gugur 2026. Penjadwalan ini memberi waktu bagi konsumen mengenal produk lebih jauh. Kehadiran di pasar diharapkan memperkuat pilihan kendaraan listrik di segmen kei car.
Peluncuran tersebut ditujukan untuk menyasar kebutuhan kendaraan perkotaan yang praktis. Harga yang diproyeksikan menempatkannya pada kisaran yang kompetitif di kelasnya. Strategi ini diharapkan menarik minat konsumen baru.
Dengan kombinasi dimensi ringkas, fitur praktis, dan tenaga listrik, model ini diposisikan sebagai solusi mobilitas harian. Pengguna perkotaan menjadi sasaran utama. Kehadirannya menambah alternatif kendaraan listrik kompak di pasar Jepang.