BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:31:56 WIB
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini

JAKARTA - Masyarakat di sejumlah kota besar Indonesia diimbau waspada terhadap hujan yang berpotensi sedang hingga lebat. 

Fenomena ini kemungkinan disertai petir dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Badan Meteorologi mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat siap menghadapi perubahan cuaca mendadak.

Daerah konvergensi yang membentang dari Samudra Hindia barat daya Banten hingga Laut Halmahera menjadi pemicu terbentuknya awan hujan. Wilayah lain seperti Laut Sulawesi, perairan Maluku, dan Samudra Hindia Barat Aceh juga turut berpotensi mengalami hujan. Kondisi atmosfer ini meningkatkan peluang terbentuknya hujan lebat secara lokal di sepanjang jalur konvergensi.

Prakiraan menunjukkan beberapa kota besar akan menerima curah hujan intens. Wilayah seperti Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, Banjarmasin, Palu, dan Manado diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat. Kehati-hatian disarankan terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Kota Besar Lain Mengalami Hujan Ringan

Selain kota dengan potensi hujan lebat, beberapa kota lain diprediksi hanya akan mengalami hujan ringan hingga sedang. Kota-kota seperti Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Palangka Raya termasuk di antaranya. Masyarakat tetap diimbau untuk membawa payung atau jas hujan agar aktivitas tidak terganggu.

Wilayah lain seperti Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Kendari, Mamuju, Makassar, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke juga berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi ini tidak seintens hujan lebat, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta menyiapkan mitigasi jika terjadi genangan atau banjir lokal.

Beberapa kota besar lainnya diprediksi hanya berawan sepanjang hari. Kota-kota seperti Jambi, Padang, dan Gorontalo termasuk wilayah yang cenderung aman dari hujan. Kondisi berawan ini memungkinkan masyarakat melakukan aktivitas outdoor dengan lebih leluasa.

Peningkatan Aktivitas Konvergensi

Fenomena konvergensi menjadi faktor penting dalam pembentukan hujan dan angin kencang. Konvergensi terjadi ketika dua aliran massa udara bertemu dan memaksa udara naik sehingga terbentuk awan hujan. Proses ini lebih intens di wilayah-wilayah dengan pertemuan arus udara yang kuat, meningkatkan peluang hujan lokal lebat.

Selain itu, kecepatan dan arah angin turut memengaruhi distribusi hujan di berbagai kota besar. Kota yang berada di jalur konvergensi akan lebih cepat mengalami hujan dibanding kota di sekitarnya. Fenomena ini menjadi alasan peringatan dini dikeluarkan secara lebih luas untuk melindungi masyarakat.

Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama menghadapi kondisi ini. Aktivitas di luar rumah harus menyesuaikan perkiraan cuaca. Pemerintah dan lembaga terkait juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko akibat hujan lebat.

Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera

Selain hujan dan angin kencang, gelombang tinggi berpeluang terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter dapat memengaruhi aktivitas nelayan dan transportasi laut. Peringatan ini penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional di laut.

Perairan yang berisiko tinggi meliputi Perairan Barat Sumatera Utara, Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, dan Perairan Timur Kepulauan Nias. Samudra Hindia barat Kepulauan Nias juga masuk zona berisiko. Masyarakat pesisir diimbau menunda aktivitas laut jika kondisi gelombang tinggi terjadi.

Kesiapan operator kapal dan nelayan sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan laut. Koordinasi dengan pihak berwenang dapat mengurangi risiko. Penggunaan alat keselamatan dan pemantauan cuaca secara rutin menjadi bagian dari strategi mitigasi.

Strategi Mitigasi dan Kesadaran Masyarakat

Peringatan dini cuaca ekstrem harus diikuti dengan kesiapsiagaan aktif masyarakat. Pengaturan lalu lintas, penanganan drainase, dan kewaspadaan di wilayah rawan banjir menjadi prioritas. Langkah-langkah ini membantu meminimalkan dampak negatif hujan lebat dan angin kencang.

Pelatihan kesiapsiagaan juga perlu diberikan kepada masyarakat dan pihak terkait. Kesadaran akan kondisi cuaca memungkinkan respon cepat jika terjadi bencana. Pemantauan rutin serta komunikasi dengan lembaga meteorologi membantu masyarakat tetap aman.

Sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi cuaca ekstrem. Pemahaman tentang fenomena konvergensi, hujan lebat, dan gelombang tinggi meningkatkan efektivitas mitigasi. Dengan persiapan yang matang, risiko kerugian akibat cuaca ekstrem dapat dikurangi secara signifikan.

Terkini

Promo KPR Kompetitif Bikin Pasar Properti Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

KPR Subsidi BTN Dorong Kepemilikan Rumah

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Komitmen Regulasi Perkuat Industri Asuransi Jiwa

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Edukasi Keuangan Dorong Akses Layanan BRI

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB

Inisiatif Hijau BNI Perkuat Budaya Berkelanjutan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:48:36 WIB